Inilah Dunia Kita

Israel kembali membuat gempar dunia. Serangan biadab ke kapal Mavi Marmara membuat hampir seluruh dunia bereaksi keras terhadap negara kecil ini. Indonesia, Turki, Inggris, Mesir, termasuk Amerika Serikat menganggap ini sudah keterlaluan. Namun yang namanya disebut belakangan hanya mengatakan “terlalu keras” atau “agak berlebihan”, yah, kurang lebih hanya basa basi dan sekedar asal mengeluarkan reaksi saja. Yang paling kentara, tentu di negeri sendiri, dimana seluruh rakyat bereaksi. Maklum saja, 12 orang Indonesia ikut menjadi relawan di Mavi Marmara.

Saya coba meninggalkan Mavi Marmara, menuju Indonesia. Nah disini, sebenarnya juga banyak kabar yang menggemparkan. Contoh, Bibi-Chandra, Penangkapan Susno Duadji, atau kepergian Sri Mulyani, atau ulah anggota DPR-RI yang minta gedung baru. Banyak, sampai sampai saya membayangkan, kalau di akhir tahun,Kaleidoskop tahun 2010 bakal berdurasi 3 jam, hahahaha. Saya berpikir sejenak, dimana persamaan semua kasus yang saya sebut dan yang tidak sempat saya sebut?

Pertama, sama sama bikin gempar sesaat. Beritanya datang dengan cepat, semua media membahas, apalagi jika ada keterlibatan orang penting, atau badan atau lembaga yang dikenal. Kasus Gayus misalnya, melibatkan Lembaga pajak indonesia, yang pada imbasnya, langsung ke seluruh pegawai kantor pajak, baik yang bersih atau tidak. Susno, sama, dari mulai keterlibatan dalam kasus pertama yang membuatnya terkenal dengan istilah “cicak Buaya”, kemudian kasus kasus selanjutnya yang tak kalah menggemparkan. Anggodo Widjojo juga bernasib sama, gempar, kemudian malah dicalonkan sebagai “Kapolri” karena kemampuannya mengendalikan Badan Kepolisian Indonesia. Dan selalu, ketika ada muncul berita hangat lainnya, maka mereka, baik secara perlahan atau pun drastis, akan segera dilupakan. Percaya atau tidak…

Kedua, menurut saya, sama sama suka mandeg ditengah puncak. Maksudnya, ketika ada kasus lain yang lebih menggemparkan, maka kasus kasus yang sedang naik “ratingnya” kemudian pasti turun. Entah secara teratur atau perlahan. Tapi saya jamin pasti akan menghilang. Entah ini karena peranan media yang jor-joran dalam mengumbar berita terhangat, atau memang ada skenario yang entah dimainkan oleh siapa, atau anda punya pendapat yang berbeda? Kasus Bibit-Chandra, ketika sudah terlalu panas, dan melibatkan banyak orang, dan juga banyak motif politik yang tersembunyi dan berbau, maka kemudian “pahlawan” pun dipaksa turun menengahi. Ialah SBY, yang kemudian menunjuk tim 9 untuk mencari penyelesaian yang terbaik. Anda masih ingat ketika anggodo dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim 9? kalau anda teliti, anda bisa melihatreaksi ketakutan Anggodo, dan kalau anda jeli, anda akan bisa melihat kalau anggodo dalam posisi yang tidak bersalah, namun tidak juga benar, yaah…seperti dijebak dan dikendalikan sebagai boneka lah.

Ketiga, dan mungkin terakhir, adalah, semua kasus ini sarat muatan tertentu. Kasus Mavi Marmara, tentu bermuatan kepentingan Israel yang menegaskan bahwa “jangan main main dengan KAMI!” Jelas, mereka tidak takut dengan ancama pelanggaran ham, karena yang mereka serang adalah kapal bantuan kemanusiaan. tentu mereka sudah tahu bahwa ini kapal kemanusiaan, dan dengan menyerangnya tentu mereka tahu akan resikonya. Dan mereka tetap menyerang. HEBAT! Sri Mulyani, nah yang ini sarat dengan muatan politis. Anda pasti juga sudah tahu itu. Kedudukannya banyak diincar oleh parpol yang bernafsu menyikat habis seluruh posisi di pemerintahan. Dan juga isu Sri Mulyani yang akan mengaudit pengemplang pajak, yang ternyata rekor pengemplangnya dipegang oleh ABURIZAL BAKRIE! hahahaha…. orang kaya yang ndak jujur. ah, pusing jika saya harus mengeluarkan pendapat saya disini.

Yang jelas, perbuatan melawan hukum dinilai sebagai kejahatan, dan pelakunya ditetapkan sebagai penjahat. Nah, tugas kita tinggal menilai, siapa penjahat, siapa yang jagoan, terlepas pangkat dan jabatan mereka, atau cara mereka menarik simpati masyarakat. Yang ditahan bilang “saya di dzalimi” yang nuntut bilang ” Demi Tuhan”, yang bikin kita makin bingung toh….
Jangan sampai bunuh diri gara gara pusing liat Dunia kita, mau tidak mau, ya INILAH DUNIA KITA…

Salam

Advertisement

, , , , ,

  1. #1 by gajah_pesing on 3 June, 2010 - 13:34

    selamat menikmati indahnya dunia menurut pandangan dan kacamata masing-masing


    Kata Odie : sip mas, mari nikmati semua… :)

  2. #2 by bunda lyna on 6 June, 2010 - 05:46

    semua masalah yg odie sebutkan/mmg membuat bingung kita sebagai rakyat indonesia

    Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya,semoga kesalahan dan kebusukan terungkap dan kebenaran diperlihatkan

  3. #3 by hmcahyo on 9 June, 2010 - 22:24

    saia belum pernah komeng disini ya mas? :mrgreen:

  4. #4 by egha attacker on 15 June, 2010 - 13:03

    Memang seperti ittulah adanya dunia kita,,, tergantung kita ingin jadi bagian dari dunia atau korban dari semua realita ini,,,,
    hehehe…

  5. #5 by NoRLaNd on 20 June, 2010 - 19:57

    Kalau dinegara kita, walaupun kita tahu seseorang bersalah. Asal dia memiliki uang, sepertinya bisa membuat dia menjadi orang tidak bersalah =(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.